TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH
- By Hamdan Nasrullah
- Published Sunday 4th 2007
- Lain Lain
-
Rating:




Hamdan Nasrullah
Semakin banyak belajar, semakin banyak yang aku tak tahu.
TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH
Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi, yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia
Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.
PENDAPAT DARWIN
Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.
Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar “spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara, atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan antara”.
Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak Anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada.
Dia saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan dugaan yang tanpa disertai bukti.
COELACANTH TERNYATA MASIH HIDUP
Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai "nenek moyang hewan-hewan darat". Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini. Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini. Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun 1930-an.
Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth "hidup" ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120). Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat berbeda di seluruh dunia.

BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS
Coelacanth ternyata
masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth hidup pertama di Samudra Hindia pada
tanggal 22 Desember 1938 terlihat di sini bersama ikan tersebut
Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, "The Coelacanth", Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39). Terlebih lagi, coelacanth, yang dikatakan sebagai "calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan", pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik (Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21).
MANUSIA
BERAHANG KERA
Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya "evolusi manusia". Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.

Rekonstruksi tengkorak manusia Piltdown yang pernah
diperlihatkan di berbagai museum
Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama "Manusia Piltdwon". Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang "Manusia Piltdown", sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)
Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan "uji fluorin", sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.
Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: "bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan - bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?" (Stephen Jay Gould, "Smith Woodward's Folly", New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, "Manusia Piltdown" dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun.

Manusia Piltdown merupakan pemalsuan yang dilakukan dengan merekatkan rahang kera pada tengkorak manusia
Skandal Piltdown dengan jelas memperlihat-kan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.
KEKELIRUAN PEMIKIRAN TENTANG
REKAPITULASI
Teori Haeckel ini menganggap bahwa embrio hidup mengalami ulangan proses evolusi seperti yang dialami moyang-palsunya. Haeckel berteori bahwa selama perkembangan di dalam rahim ibunya, embrio manusia kali pertama memperlihatkan sifat-sifat seekor ikan, lalu reptil, dan akhirnya manusia.
Sejak itu telah dibuktikan bahwa
teori ini sepenuhnya omong kosong. Kini telah diketahui bahwa “insang-insang”
yang disangka muncul pada tahap-tahap awal embrio manusia ternyata adalah
taraf-taraf awal saluran telinga dalam, kelenjar paratiroid, dan kelenjar
gondok. Bagian embrio yang diserupakan dengan “kantung kuning telur” ternyata
kantung yang menghasilkan darah bagi si janin. Bagian yang dikenali sebagai
“ekor” oleh Haeckel dan para pengikutnya sebenarnya tulang belakang, yang mirip
ekor hanya karena tumbuh mendahului kaki.
Haeckel keliru menyatakan azas evolusi yang terlibat. Kini telah benar-benar diyakini bahwa ontogeni tidak mengulangi filogeni


Pada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan:
Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997].

Pada terbitan 5 September 1997, majalah
terkemuka Science menyajikan sebuah artikel yang menyingkapkan bahwa
gambar-gambar embrio milik Haeckel telah dipalsukan. Artikel ini menggambarkan
bagaimana embrio-embrio sebenarnya sangat berbeda satu sama lain...

Science menjelaskan bahwa, demi menunjukkan bahwa embrio-embrio memiliki kemiripan, Haeckel sengaja menghilangkan beberapa organ dari gambar-gambarnya atau menambahkan organ-organ khayalan. Belakangan, di dalam artikel yang sama, informasi berikut ini diungkapkan:
Bukan hanya menambahkan atau mengurangi ciri-ciri, lapor Richardson dan para sejawatnya, namun Haeckel juga mengubah-ubah ukuran untuk membesar-besarkan kemiripan di antara spesies-spesies, bahkan ketika ada perbedaan 10 kali dalam ukuran. Haeckel mengaburkan perbedaan lebih jauh dengan lalai menamai spesies dalam banyak kesempatan, seakan satu wakil sudah cermat bagi keseluruhan kelompok hewan. Dalam kenyataannya, Richardson dan para sejawatnya mencatat, bahkan embrio-embrio hewan yang berkerabat dekat seperti ikan cukup beragam dalam penampakan dan urutan perkembangannya.
Artikel Science membahas bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel atas masalah ini ditutup-tutupi sejak awal abad ke-20, dan bagaimana gambar-gambar palsu ini mulai disajikan sebagai fakta ilmiah di dalam buku-buku acuan:
Pengakuan Haeckel lenyap setelah
gambar-gambarnya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul
Darwin and After Darwin (Darwin dan Sesudahnya) dan dicetak ulang secara
luas di dalam buku-buku acuan biologi berbahasa Inggris.
Singkatnya, fakta bahwa gambar-gambar Haeckel dipalsukan telah muncul di tahun 1901, tetapi seluruh dunia ilmu pengetahuan terus diperdaya olehnya selama satu abad.
TATKALA
MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA
Walaupun para evolusionis tidak
berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat
berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini
adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan
"rekonstruksi".
Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. "Manusia-manusia kera" yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.
Ketika mereka tidak mampu
menemukan makhluk "setengah manusia setengah kera" dalam catatan fosil, mereka
memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.
Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain
tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun
tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa "evolusi
manusia" hanyalah dongeng belaka.

Penemuan ini jelas menunjukkan pendapat tentang sifat-sifat perolehan yang terkumpul dari satu keturunan ke turunan berikutnya, sehingga memunculkan spesies baru, tidaklah mungkin. Dengan kata lain, mekanisme seleksi alam rumusan Darwin tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Jadi, teori evolusi Darwin sesungguhnya telah ambruk sejak awal di abad ke-20 dengan ditemukannya ilmu genetika. Segala upaya lain dari para pendukung evolusi di abad ke-20 selalu gagal.

YANG TERSEMBUNYI DI BALIK PERCOBAAN MILLER

Penelitian yang paling diterima
luas tentang asal usul kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti
Amerika, Stanley Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai
“percobaan Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University
of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti” milik
para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat tentang “evolusi
kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai tahapan awal proses evolusi yang
mereka yakini, yang akhirnya memunculkan kehidupan.
Melalui percobaan, Stanley
Miller bertujuan membuktikan bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun
lalu, asam amino, satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan
sendirinya secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan
alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia yakini
terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat). Campuran ini
terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Karena gas-gas ini
takkan saling bereaksi dalam lingkungan alamiah, ia menambahkan energi ke
dalamnya untuk memicu reaksi antar gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi
ini dapat berasal dari petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik
untuk tujuan tersebut.
Atmosfer purba yang Miller coba tiru dalam percobaannya tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para
ilmuwan sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah
yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta amonia.
Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi
percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi karbon
dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan
mereka tidak mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J.
P. Ferris, C. T. Chen, "Photochemistry of Methane, Nitrogen, and Water
Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth," Journal of
American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)
Terdapat sejumlah temuan yang
menunjukkan bahwa kadar oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada
yang sebelumnya dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga
menunjukkan, jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah
10.000 lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini
dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon
dioksida di atmosfer.
Keadaan ini sama sekali
bertentangan dengan percobaan Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan.
Jika oksigen digunakan dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon
dioksida dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di
lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga asam-asam amino
akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet yang paling kuat tanpa
perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata lain, dengan atau tanpa oksigen di
bumi purba, hasilnya adalah lingkungan mematikan yang bersifat merusak bagi asam
amino.
Anehnya, mengapa percobaan
Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai bukti
penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi menunjukkan betapa
evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan buta yang tetap dipertahankan
meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.
Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah "evolusi manusia" tidak memiliki dasar ilmiah.
Spread The Word
116 Responses to "TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH" 
|
said this on 25 Feb 2007 11:39:03 AM WIT
pening palak anmbo nengok darwin
|
|
said this on 27 Feb 2007 9:02:13 AM WIT
I agree u teory, tp klo di pikir2 td tuch bkn teory tp kenyataan.
gak ada benda hidup yang lahir dari benda mati (masak qta mo gembor2kan "hey nich nenek moyang q terbuat dari pohon" emangnya pinikio) hehehehehe |
|
said this on 01 Mar 2007 1:15:22 PM WIT
mana ada manusia dari monyet. kalo gitu kenapa monyet sampe sekarang masih belum jadi manusia.. ya, gak? kayaknya darwin waktu buat ni teori gak mikir sampe ke situ kali ya.. wah, jadi gue lebih pinter dong dari pada darwin. hehehehe.....
|
|
said this on 02 Mar 2007 5:53:52 PM WIT
i agree with your theory
and thank you you help me to do my duty from school |
|
said this on 03 Mar 2007 4:13:25 PM WIT
wah...keren bgt.
Sbenernya q g bener-bener tw / mengerti cerita yang sebenarnya. Tapi berdasarkan buku yang telah saya baca, memang banyak sekali kejanggalan yang terdapat dalam teori darwin. Terlebih lagi teori yang dikemukakan oleh Aristoteles, yang dikenal dengan teory "generatio spontaniae". Ia menyatakan bahwa M.H berasal dari benda mati.Pernyataan ini ia kemukakan setelah ia melakukan percobaan dan melihat adanya belatung pada aging yang telah membusuk. Sungguh teory yang aneh. dengan adanya artikel ini, semoga kita semua lebih mengerti dan memahami mengenai asal-usul m.h dan percaya akan adanya penciptaan m.h oleh Tuhan YME. |
|
said this on 12 Mar 2007 1:55:42 PM WIT
Manusia sekarang adalah keturunan Manusia (khalifah) pertama yang diturunkan oleh Allah.SWT ke Bumi, yaitu Nabi Adam sedangkan sebelum turunnya Nabi Adam ke bumi sudah ada sejenis manusia lain di bumi tetapi bukanlah manusia seperti kita. hanya Allah SWT yang maha tahu
|
|
said this on 13 Mar 2007 11:20:03 AM WIT
sesungguhnya tipuan iblis itu lemah
dan kebenaran selalu diatas segalanya THANK YOU 4JJI |
|
said this on 15 Mar 2007 4:51:45 PM WIT
hahahaha....darwin...darwin wong edan koe
|
|
said this on 16 Mar 2007 1:52:49 PM WIT
Dengan artikel ini kita bisa buktikan bahwa Allah Maha Sempurna dengan segala ciptaNya
|
|
said this on 16 Mar 2007 1:53:51 PM WIT
Allahu Akbar
but did u know, that i'm a biology student!! most of biolog believe that teory,what must i do?i learn biology from them, the people that believe it, so how can i thing about the other side, while every day i learn about the truth of it??? who can give me solution?? |
|
said this on 20 Mar 2007 6:17:19 PM WIT
jadi, yang mirip kera siapa? Darwin? Ya, kl gitu dy ga usah ngajak2.. Lagian, mana ada seh ada kera seganteng gw..!! MUSTAHIL!!
|
|
said this on 26 Mar 2007 8:14:55 PM WIT
masa sih manusia dari kera.Hanya manusia yang beragama dan beradab yang mengetahuinya.tapi kita salut lho ma u wlaupun dah tinggal bareng tanah tapi nyawa u masih jalan-jalan dan di sanjung ma orang.
|
|
said this on 10 Jun 2007 11:26:33 PM WIT
BAGAIMANAPUN MENJADI SESEORANG YANG DITIPU ADALAH KARENA KESALAHAN KITA SENDIRI. MENYALAHKAN ORANG LAIN TIDAK AKAN BEREFEK BAIK UNTUK KITA. LEBIH BAIK BELAJAR SUPAYA MENJADI LEBIH TAU. PIHAK "BAIK" DAN "JAHAT" DALAM DUNIA KEILMUAN SEBENARNYA MEMILIKI SATU TUJUAN, YAITU MENGUNGKAP MISTERI ILAHI. BIARLAH MEREKA BERKREASI DENGAN PIKIRAN MEREKA, KITA BERKREASI DENGAN PIKIRAN KITA SENDIRI :)
|
|
said this on 22 Jul 2007 7:56:57 PM WIT
Tiap orang unya obsesi yang ingin digapainya,dan kebetulan kera adalah obsesi yang paling besar dlm hidup darwin,hingga ia berhalusinasi dan menganggap dirinya kera atau setidaknya dari itu,hehehe. klo gw ga prcya ma dia,soalnya dah dari pertama kenal gw dah tau klo suka suka melamun dan tukang boong,
|
|
said this on 06 Aug 2007 8:15:59 AM WIT
Ternyata apa yang saya pikr selama ini tidak seluruhnya salah. Saya memang ragu denga segala teori-teori yang ada. Saya mencari informasi-informasi dari berbagai sumber. Dan artikel ini memberi kebenaran nyata yang mengagumkan. Peace..
|
|
said this on 15 Aug 2007 2:41:16 PM WIT
its really good article, tank you
|
|
said this on 23 Aug 2007 12:22:34 AM WIT
ya begitulah, adakalanya orang pengen terkenal dengan cara-cara yang aneh, seperti darwin yang tanpa ragu dan malu mengumumkan kepada dunia kalau dirinya adalah keturunan kera atau monyet ata bedes
|
|
said this on 26 Aug 2007 1:54:09 PM WIT
Ini membuktikan bahwa manusia sudah melampaui batas... masak nenek moyang manusia dari kera alias monyet alias kete' alias lutung... Yang percaya teorinya Darwin "wong edan" berarti keturunan kera dong???
|
|
said this on 02 Sep 2007 11:19:20 AM WIT
woooow thank U so much for u're information..I really2 apreciated...I LOVE U 4JJI..
|
|
said this on 03 Sep 2007 11:50:55 AM WIT
Aku bner2 stuju dgn yng tertulis di artikel ini..!!
dari dulu aq belajar agama dan uda tau klu manusia pertama adlah Adam!! trus knapa teori2 yang g jelas itu tetap di pelajari?? di suruh hapal lagi!! knapa?? sama aja kita belajar bodoh!! klu g hapal di hukum lagi?? Mungkin klu orang di dunia ini berazas kan satu,,yaitu Al-Qur'an dan Hadist pasti g da perbedaan2 yang terjadi!! cuma nyatanya ngg' pula y!! Darwin dan Ilmuan2 yang menciptakan teori evolusi dan asal usul kehidupan itu adalah ORANG YANG TIDAK BERAGAMA!! jadi kenapa kita percaya ma orang yang g beragama itu?? bingung juga y!! |
|
said this on 05 Sep 2007 1:00:52 PM WIT
Bener-bener mengejutkan dunia.... aku nggak nyangka kalau evolusi itu suatu kebohongan!!! suatu penelusuran yang fantastis dan heboh.....thanks buat orang-orang yang berhasil mengungkap ini semua....^_^...
|
|
said this on 08 Sep 2007 8:25:36 AM WIT
it's sound nice to me.
i now understand, with what the realy was happened. the fact it's must be proved i love to read some historylife |
|
said this on 08 Sep 2007 5:00:42 PM WIT
artikelnya sangat bagus. Ini semakin memantapkan akidah, bahwa Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna, bukannya seperti monyet.
Tuk rekan yang sedang belajar biologi n masih disuguhi teori darwin, kayaknya tidak masalah asal kita mengerti juga tentang hala yang diajarkan agama Islam. Dalam al Quran semuanya telah jelas. |
|
said this on 11 Sep 2007 11:17:13 AM WIT
wahh kenyataan jadi kelihatan
|
|
said this on 13 Sep 2007 10:52:00 AM WIT
evolusi itu memang benar adanya. manusia memang bukan berasal dari kera. saat darwin melakukan perjalanannya, hal yang diketahuinya ditulis oleh asistennya, karena darwin tidak dapat menulis. asistennya ingin menunjukkan bahwa evolusi itu benar-benar tejadi. dicontohkanlah dengan monyet, karena monyet adalah yang paling mudah dan kromosom monyet tidak jauh beda jumlahnya dengan kromosom manusia. bukti bahwa monyet bukan nenk moyang ,manusia adalah bahwa ada dua cicin yang hilang sebelum monyet itu berjalan tegak. coba anda lihat pada gambar-gambar pada buku evolusi. tahnksss
|
|
said this on 19 Sep 2007 9:42:31 PM WIT
Ini teori dari Harun Yahya bukan? Gaya penceritaannya mirip dengan yang di buku KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI dan END OF DARWINISM-nya Harun Yahya.
Tapi ya ndak apa-apa... |
|
said this on 20 Sep 2007 11:47:11 AM WIT
Semua yang ALLOH katakan dalam Al-Qur'an tidak ada yang salah dan semuanya HAQ. Awal mula manusia itu ada sejak zaman nabi Adam yang memang sudah rencana ALLOH menciptakan bumi ini untuk tempat tinggalnya manusia,dan bisa kita buktikan, bahwa ALLOH menciptakan manusia pertama itu ALLOH ciptakan dari sari pati tanah,sekarang orang yang bodoh saja yang mau-maunya disamakan dengan kera padahal ALLOH telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk.
|
|
said this on 28 Apr 2010 3:32:35 PM WIT
semua makhluk yang hidup memerlukan proses untuk menjadikan dirinya survive terhadap kondisi lingkungannya yang sekarang. Tuhan menciptakan manusia adam dan hawa, bukan kera adam dan kera hawa. Yang dimaksutd oleh kitab suci tersebut ialah makhluk yang sudah menyerupai manusia, bukan KERA...
Jangan deh jadi orng yang dogmatis.... coba difikr jernih..apakah tuhan menciptakan bumi dalam waktu sekejap??? klo iya,,adakah anda melihat muncul hewan baru ato makhluk baru CIPTAAN TUHAN dalam sekejap mata????? Dengan tanpa sengaja anda telah memperlihatkan pola pikir anda SEPRTI KERA...bukan begitu??? |
|
said this on 22 Sep 2007 3:52:16 AM WIT
Agar teori Darwin dibaca dengan benar.Dia tidak mengatakan manusia berasal dari kera.
|
|
said this on 24 Sep 2007 11:13:30 AM WIT
mana ada manusia yang berasal dari kera..
klo mirip???? banyaaaaak |
|
said this on 01 Oct 2007 6:56:33 AM WIT
YAAA mang dari dulu aku juga dah ga terima kalau kita dikatakan keturunan kera.Syukurlah akhirnya kebohongan itu terkuak juga.........ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!!!
|
|
said this on 10 Oct 2007 9:58:25 AM WIT
Thanks artikelnya sangat berharga... emank dulu katanya darwin ilmuwan yg "the best" eh... ternyata dia ngaku sendiri "turunan bedes..." kita mah.. nggak mau ikut darwin biat dia aja...
|
|
said this on 18 Oct 2007 10:18:29 AM WIT
ALLAHUAKBAR..........!
|
|
said this on 22 Oct 2007 3:52:41 PM WIT
darwin ku sayang darwin ku malang
|
|
said this on 04 Nov 2007 1:44:53 AM WIT
Darwin memang salah, Tapi imajinasinya tinggi baget.
Ingat kata einsten "Penemuan baru tercipta dari sebagian besar imaginasi dan sedikit dari otak" |
|
said this on 15 Nov 2007 8:07:58 PM WIT
menurut saya artikel ini sanagt bagus sebab ikut memberitahukan pd khalayak ramai mengenai suatu hal yang membingungkan menjadi jelas.THx. ^^
|
|
said this on 16 Nov 2007 8:27:11 PM WIT
saya mah lebih menyukai cara ilmuan meneliti asal usul manusia,walaupun teori evolusi belum tentu benar,saya amat sulit menggunakan logika saya bila manusia pertama diturun kan gelondongan bulat bulat dari langit,waktu saya kanak kanak mungkin saya bisa terima,tetapi sekarang saya sulit terima itu,harus ada proses yg alamiah.
|
|
said this on 22 Nov 2007 4:37:38 PM WIT
manusia ya berasal dari manusia,bukan dari kera.kalau manusia berasal dari kera =manusiakeraL<bukan manusia>jikalau anda mayakini bahwa manusia berasal dari kera berartio andalah anakcucu kera,bukan saya .Saya anak cucu ADAM AS.
|
|
said this on 24 Nov 2007 10:46:13 AM WIT
klo emang bener penipuan ilmiah ngapa masih dipelajarin di sekolaan tuh ajaran sesat...miqir kaleeeee...
|
|
said this on 06 Dec 2007 12:28:42 PM WIT
nq 4s f d. Darwin adalah seprang pakar yg ingin tau asal-usul manusia. Tetapi menurut diluar konteks Agama, saya kira itu benar juga,karena dilihat dari bentuk pisik manusia tidak sama dan juga menurut dogma-dogma duniawi, dan beliau melihat berasal dari sesuatu yang bukan manusia melalui suatu perubahan yang sangat lama. Menurut konteks Agama, lebih-lebih orang kristen dalam kitab kejadian mengatakan Allah mengciptakan Adam dari debuh dan akirnya Allah melihat manusia itu sendiri maka Allah mengambil rusuk dari pada manusia itu untuk mengciptakan Hawa,(menurut agama).
Kalau mengerti tentang bahasa 2 yg digunakan tulisan-2 Alkitab dan teori epolusi manusia pasti kita membiri kesimpulan bahwa '' teori mengatakan manusia sebelum jadi manusia ia melalu tahap-tahap akiryan menjadi manusia yg seperti kita ini. tetapi Agma haya meyembulkan/memperkicilkan tahap terjadinya manusia itu, agama semua berasal dari Allah. Teori mengatakan manusia berasal dari kera. Tetapi secara filosop kita bertanya kera berasal darimana "oh mungkin dari tana".... dan juga "tanah karya siapah"....Semua berasal dari Allah. walaupun kera.Kera adalah karya Tuhan juga yang bentuknya binatang yg keliaran dihutang. Kesipulan Bumi dan Langit serta isinya adalah karya-karya Tuhan Allah... mudah-mudahan semua bisa mengerti..........Kalao komplik dgn pendapat kalian kirim ke E-mailku |
|
said this on 12 Dec 2007 5:44:42 PM WIT
wah,pak buanyax bngdz tow......
q jd pusyink dwech,,,,,, |
|
said this on 25 Dec 2007 9:30:09 AM WIT
kalo evolusi bener terjadi, besok kita para manusia berubah jadi apa ya? pa jadi kera lagi? he..he...
|
|
said this on 08 Jan 2008 12:13:54 PM WIT
gw sih ga setuju banget ma teori darwin...
kurang rasional aja,,masa nenek moyang manusia dari bangsa kera c??!! |
|
said this on 09 Jan 2008 7:47:09 PM WIT
MAAF YA AKU SETUJU TEORI EVOLUSI TAPI NGGAK DARWINIS. KALO DARWIN MENGATAKAN MANUSIA DAN KERA SATU NENEK MOYANG GW NGGAK. MONYET ITU NENEK MOYANG MANUSIA. TEORI EVOLUSI DIMULAI DARI IKAN-REPTIL-KAKI EMPAT (BERDIRI TEGAK)-EMPAT TANGAN (MONYET/KARENA ADA HEWAN KAKI EMPAT YANG HIDUP DI DEDAHANAN POHON SEPERTI MACAN TUTUL)-BARU MANUSIA (MONYET YANG SUDAH TIDAK DI DAHAN LAGI SEHINGGA TANGAN BELAKANG MENJADI KAKI). KALO MANUSIA BERASAL DARI KERA BUKAN BERARTI MANUSIA LEBIH BURUK ATAU SAMA DENGAN KERA. MANUSIA ADALAH PRODUK ALLAH YANG TERUNGGUL (AHSANU TAQWIM) DAN PEMBENTUKANNYA BERASAL DARI BENDA MATI (INGAT MANUSIA BERASAL DARI TIN) DAN BEREVOLUSI TERUS MENERUS SAMPAI MENJADI MANUSIA. KELOMPOK ANTI TEORI EVOLUSI SEYOGYANYA TIDAK MENGKLAIM SEBAGAI YANG ISLAMI SEHINGGA PENDUKUNG EVOLUSI MENJADI TIDAK ISLAMI. RATUSAN TAHUN JAUH SEBELUM DARWIN MEMPOPULERKAN TEORI INI ORANG ISLAM SUDAH MENGEMUKAKANNYA. RUMI DAN JUGA SUHRAWARDI SUDAH MENGUNGKAPKANNYA. HAL INI JUGA DIAKUI OLEH ORANG BARAT SENDIRI SIR ROGER BACON BAHWA TEORI EVOLUSI PERNAH DIKEMUKAKAN OLEH KALANGAN ISLAM (COBA KLIK KE MAHKOTA SUFI : IDRIES SHAH, MEDIA ISNET). ISLAM TIDAK ANTI TEORI EVOLUSI BAHKAN SEBALIKNYA BISA JADI ISLAMLAH PENGGAGASNYA.
|
|
said this on 03 Feb 2008 12:39:10 PM WIT
aku pengen tanya dh apa sih kaitannya mutasi dg evolusi ???
|
|
said this on 07 Feb 2008 8:28:20 PM WIT
gw stuju bgd sm bidadari,, heran ya knp msh aja dplajarin dskuL??
oo,, gw tw knp.. yg bikin kurikulum tuh sng2 aja dkatain asal-usulnya dr kera.. gw sii ogah bgd! dkLs gw dksh tgs bwt nyari pandangan baru ttg evoLusi,, gw bsyukur bgd nemu ini.. trs diakhir diskusi (smw tmn skLs gw emg ga stuju sm Darwin dan pgikutnya),, guru gw ngmg,, "jgn krn kLian ga stuju sm teori Evolusi trus kLian pas UN ga ngisi soaL ttg evolusi,, gmnpun jg bab ini msh msk ke SKL.. Jgn jg dkrtas jwabannya mLh kLian ksh komentar 'saya ga mw ngisi,, org teori ini ga bnr'.." knp ga ada yg ngasih prubahan dg kurikuLum sii?? kuQ mw2nya dbodohin trs sLama ini?? |
|
said this on 13 Feb 2008 5:40:19 PM WIT
DARWIIIIIIIIIIN!!!!!!!!!!
|
|
said this on 21 Feb 2008 10:08:19 AM WIT
gud artikel...teori buatan manusia ternyata gak selalu sesuai ama kenyataan..
|
|
said this on 09 Mar 2008 8:07:33 AM WIT
dgn kekurangannya, manusia tidak sanggup untuk mengungkapkan apa yg sebenarnya terjadi di muka bumi ini sebelum Adam..
makasi atas artikelnya ngebantu gw dalam menyelesaikan tugas! |
|
said this on 13 Mar 2008 10:38:31 AM WIT
Lain kali klo cari buku "the origin of species" di rak fiksi ilmiah-sebelahnya rak dongeng sblon bobo, deket2 ama pinokio dan harry potter.
|
|
said this on 06 Jun 2008 7:07:08 PM WIT
Teori Evolusi Darwin sebenarnya sudah lama runtuh. Tetapi upaya ilmuwan dalam memburu 'missing link' atau 'rantai yang hilang' masih berlangsung hingga kini.
Missing link adalah teka teki abadi yang ditinggalkan Darwin. Meski tidak pernah terbukti adanya rantai yang hilang. |
|
said this on 07 Jun 2008 1:38:32 PM WIT
tutup ,ulut ah
ntar di serang FPI |
|
said this on 21 Jul 2008 8:02:35 PM WIT
SY setuju dengan artikel ini. Sudah beberapa kali teori Darwin tentang evolusi menjadi perdebatan yang paling menarik antara guru2 dan temen2 dskul. Sebenernya bukan perdebatan sich, akan tetapi lebih menjadi bahan diskusi.
Please donk temen2, kalau poenya informasi buku yg berkaitan tentang penolakan teori evolusi kasih teu yach... |
|
said this on 07 Aug 2008 8:56:16 PM WIT
darwin......darwin... dadi ketek kok ngajak- ngajak....
dasar wong edan... allahuakbar...... |
|
said this on 30 Aug 2008 10:17:41 PM WIT
Teori Evolusi Biologis dari Darwin sangat brilian, pikiran yang sangat sistimatis memaparkan kekuatan teorinya, tetapi sangat sulit dibuktikan. Bagaimanapun kita harus salut dengan Almarhum Darwin,..dia bukan seorang tokoh agama, tetapi seorang ilmuwan sejati...bgama?
|
|
said this on 17 Sep 2008 5:22:23 PM WIT
aing te3u percaya anjing maenya jelema tina monyet
|
|
said this on 21 Sep 2008 9:40:51 AM WIT
yang percaya teori evolusi darwin tu guoblok banget, darwin tu gak ngerti ilmu biologi dab..., bukan pakar blor...buktikan ! lihat biografi si darwin !
|
|
said this on 17 Oct 2008 1:04:43 PM WIT
belJr dulu biologi baru kenali teori Darwin.
|
|
said this on 17 Oct 2008 1:08:20 PM WIT
belajar dulu yang bener tentang biologi, baru komentari teori Darwin. Isih dadi kethek kok komentar...
|
|
said this on 02 Nov 2008 6:53:53 PM WIT
Subhanallah.......
Q lhow cantiq, masa kturunan monkey c......... edan bner ney Darwin!!!! untung ad ney artikel..... klo gk???? piye???? |
|
said this on 02 Nov 2008 7:43:32 PM WIT
wah.... darwin sendiri itu yang dari kera, klu gue sendri sih sbenarnya dari sperma n ovum kedua org tuaQ, n nenek gue yaitu adam dari tanah... klu mau mmbantah teorinya banyak2 dong belajar ilmu agama islam yang benar. semangat yahh dan tetap istiqomah di jalan Allah..syukran
|
|
said this on 02 Nov 2008 7:46:05 PM WIT
jangan percaya dengan teorinya darwin.....
|
|
said this on 13 Nov 2008 8:52:23 PM WIT
sudah sejak saya mempelajari sejarah, saya udah bingung, dari siapa sebenarnya nenek moyang kita para monyet atau nabi adam, setelah saya membaca beberapa artikel saya berpendapat bahwa darwin tuh orangnya cuma numpang beken padahal cuma omong kosong, mungkin dia dulu pelatih kera teori evolusi tuh buat motivasi murid2nya para monyet biar tambah pinter. biar bisa seperti manusia, karena kurang puas di sebarkan lah teori nyelenehnya
|
|
said this on 18 Nov 2008 9:18:02 AM WIT
Saya percaya teori evolusi, dan so what?
Saya juga percaya dogma agama, dan so what? Dua-duanya hal yang indah dan buatlah itu jadi satu keindahan umat manusia. |
|
said this on 20 Nov 2008 12:42:01 PM WIT
darWin jUga manusia.....jGn samakan dGn monkey..
Jesus loves Darwin...gbu |
|
said this on 22 Nov 2008 3:40:46 PM WIT
saya setuju2 sj sm teori darwin..
tp yg sy pelajari brbeda sm yg d artikel, artikel: "Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama." blum pernah dengar... yg sy tw, teori darwin "Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau." dan benar bukan?? dan mnurut yg sy pelajari jg, darwin tdk mnyamakan kera dan mnusia.karena masi ad rantai yg mnjadi teka-teki. jadi ap darwin yg kita maksud berbeda?? mgkn sbaiknya lebih teliti aja belajar biologi nya.jgn smpe slh tanggep. saya ok2 aj dgn teori evolusi.dan saya juga ttp percaya agama. ad mslh?? bkn kan dr awal jg sdh d katakan, ilmu pngetahuan dan agama jgn disatukan. pizz.. :) |
|
said this on 05 May 2010 12:34:00 AM WIT
Kta hdup skrang dizman berilmu dn berteknologi, nmun tak lepas dri itu kta btuh agama sbgai penuntun dlam kehidupan, kta tdk perlu hrus mncela ksalahan2 yg telah dibuat sseorg dmasa lalu tpi ambillah hikmahny buat kta sbgai pelajaran. Krn pda dasarny manusia blajar dri masa lalu, tdk ada manusia yg lhir lgsung mnjadi pintar. Kitab suci(Al-Qur'an)pun sbgian bsar isinya pun mncertakan tntng kisah masa llu, agar kta bsa blajar dri sna. Kmudian jka ada pndapat yg mngatakan klu ilmu pngetahuan agama tdk bsa dstukan atau mlahan tabu untk dsatukn, mnurut sy itu pndapat yg slah. Mlah sbenarny jka kta mnggali lbih dlm, dlm Al-Qur'an trdpat bnyak sekali ilmu pngetahuan. Kta ambil cntoh dkatakan jin terbuat dri api, api trmasuk sjenis gas, nah sfat gas bsa brubah2 bntuk bgitupun jin, gas yg bsa mnyala sperti argon atau neon hnya dpt dlihat jlas pda mlam hri tdak disiang hri, bgtu jga dgn jin yg sering trlihat di mlm hri yg kta nmakan hantu. Bsa dterima akal kn? Kemudian jga dsebutkn dlm agama rsa sakit itu trletak dbwah kulit, manusia dsiksa ddlam neraka, smpai kulit dn dgingnya hancur, manusia mrasakan rsa sakit yg hebat, kenapa? dlm sains djlaskan bhwa syaraf prasa kta bnyk trdapat dbawah klit, jga masuk akal. Cntoh lain dlm agama dsebutkn bhwa jeritan manusia yg disiksa didlam kbur hnya bsa didengar olh binatang, sementara manusia tdk bsa mndengarnya. inipun jga bsa djelaskan dgn ilmu pngetahuan. Dlm ilmu fisika djelaskn bhw manusia mmpunyai batas ambang pndengaran,jka suara atau bunyi dbwh btas ambang pndengaran itu mka suara tsb tdk akan bsa didengar oleh manusia tpi masih bsa didengar oleh bnatang atau hewan. Jdi menurut sy antara agama dan ilmu pengetahuan itu sngat erat kaitannya.
|
|
said this on 23 Nov 2008 7:48:28 PM WIT
keren juga nih artikel w setuju llah masa manusia awal awalnya monyet anneh donk .
|
|
said this on 11 Dec 2008 3:45:25 PM WIT
Sebelum Anda semua berkomentar, belajarlah dulu biologi, antropologi, peta dan sejarah dunia, taksonomi, morphologi, etc. Trus, tanamkan sedikit logika dalam berpikir Anda. Nah, baru bisa masuk akal. Kalau hanya ngomong doang.... sama aja kaya si Harun Yahya. Teori evolusi dasarnya kuat, ilmiah, ada bukti2. Tidak ada dibilang manusia berasal dari monyet, tidak dapat dikatakan bahwa mengakuinya berarti mengingkari penciptaan Tuhan. Alam ini, termasuk kita sekarang masih tetap dalam proses evolusi. Itu adalah kreasi Tuhan. Tuhan tidak bermain dadu dan melemparkannya ke tempat yang kita ketahui. Melalui pikiran sebagai manusia kita diberi jalan untuk mengenalnya. COGITO ERGO SUM. Karena berpikir aku ada. Karena kemampuan berpikir itu lah kita disebut manusia..... Itulah hasil evolusi bagi manusia : evolusi fisik, evolusi pikiran.
Agama dan ilmu pengetahuan kenapa tabu disatukan? Kalau bermasalah dengan kitab sucinya apakah ilmu yang tidak sejalan jadi terlarang? Justru dengan ilmu-lah agama bisa dibuktikan kebenarannya untuk kebesarannya. Hidup Darwin. |
|
said this on 18 Dec 2008 1:37:04 PM WIT
Tuhan tidak bermain dadu, kata Stephen Hawking ya Mas...? Dan tidak melemparnya ke tempat yang tidak kita ketahui 'kali maksudnya.. Artinya semua hal dapat dicari asal-usulnya, dapat dicari penyebabnya. Tentu dengan ILMU PENGETAHUAN.
|
|
said this on 18 Aug 2010 12:26:44 AM WIT
Ayolah.... qta obyektif dikit, qta gunakan metode ilimiah lalu qta cocokkan satu2, benarkah teori darwin dapat dibuktikan secara ilmiah?
|
|
said this on 12 Dec 2008 1:09:55 PM WIT
q gk stuju ma pndapatnya darwin dzr darwin gilaaa
|
|
said this on 22 Dec 2008 3:06:15 AM WIT
jangan memojokkan teori darwin berdasarkan pemahaman agama lalu berkata" manusia berasal dari kera??, gak mungkin banget, gak logis"
karena yang gak logis tuh justru manusia muncul tiba tiba sudah dalam wujud sempurna punya kelamin trus dikasih nama adam!! GAK LOGIS!! sumber kebenaran sejati tuh bukan kitab suci agama, Darwin bukan orang bodoh karena toh dia merupakan salah satu orang yang mencoba menguak misteri penciptaan manusia. Kalau semua dijawab berdasarkan kitab suci, berbagai teknologi gak mungkin tercipta sampai sekarang, kita gak bakal menemukan teknologi nuklir karena partikel atom tidak disebut dalam kitab suci!!, tidak dijelaskan bahwa setiap benda terdiri dari partikel kecil yang disebut atom. Satu hal lagi yang perlu diperjelas : KITAB SUCI AGAMA BUKAN MERUPAKAN SUMBER KEBENARAN SEJATI |
|
said this on 19 Jan 2009 1:18:20 AM WIT
wah cupu payah nih
blom baca al qur'an ud bilang bgitu kitab suci tuh bukan cuma kitab sains,tapi pengetahuan yang lengkap untuk hidup klo meragukan kitab suci nih gw kasih salah satu bukti kebenaran kitab suci [Al Furqan.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. [Ar Rahman.19] Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, [Ar Rahman.20] antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masingMr.Jacques Yves Costeau ? dia adalah pakar kelautan yang masuk islam karena penemuanya dalam bidang kelautan berhubungan langsung dengan keajaiban Al qur'an, Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur'an tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan..." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tidak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhumaa lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam. Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.. |
|
said this on 12 Aug 2010 9:38:32 AM WIT
cupu idiot (sok pinter loe) aq bs kasih bukti klo partikel atom dibahas di kitab suci dasar idiot cupu!!!
|
|
said this on 03 Feb 2009 7:40:10 PM WIT
menurut saya setiap statement tuh ada segi positif n negatifnya. So mari kita lihat dari segala sudut pandang. Everybody has different thinking, terserah orang mau bilang apa yang penting qta ngurus diri sendiri dan punyai prinsip masing2.Kalau Darwin menganggap bahwa manusia berasal dari primata ya sudahlah itu khan pemikiran dia.Dia khan mikir juga pakai otak ya berarti anggap saja itu karunia Tuhan betapa kompleksnya otak manusia sampai2 ada pemikiran seperti itu.
hehehe peace on earth |
|
said this on 15 Feb 2009 8:24:18 AM WIT
Ketika berbicara tentang kejadian Adam, Allah menginformasikan kepada malaikat bahwa "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah, maka bila telah Kusempurnakan kejadian (fisiknya) dan Kutiupkan Ruh (ciptaan)-Ku kepadanya, maka bersungkurlah kamu sekalian dalam keadaan bersujud kepadanya" [QS, Shod(38): 71-72). Ayat ini, juga ayat-ayat lain yang berbicara tentang kejadian Adam, tidak menguraikan proses terjadinya Adam. Jadi hanya memberitahukan TAHAP AWAL yaitu TANAH, dan TAHAP AKHIR, yaitu ditiupkan RUH (ROH). Nah, PROSES APA YANG TERJADI antara Tahap Awal sampai Tahap Akhir, sengaja tidak dijelaskan oleh Al-Qur'an. Dari sini saja sudah jelas, bahwa Al-Qur'an bukan cuman mendukung penemuan2 ilmiah tersebut, tetapi JUSTRU MENDORONG para ilmuwan untuk menemukannya (menemukan proses antara tahap awal s/d akhir tsb). Jadi kita sebagai manusia seolah-olah diberi PR (Pekerjaan Rumah) yang enak banget, karena sudah diberi petunjuk awal dan petunjuk akhir, tinggal kita (manusia) yang seyogyanya menelusuri, meneliti, dsb-nya sedemikian rupa sehingga petunjuk awal dan akhir tersebut bisa nyambung dengan sempurna. Thanks.
|
|
said this on 04 Mar 2009 3:25:31 PM WIT
Darwin itu manusia murtadz, yang udah pasti dia mengambil keuntungan dari orang lain, yang telah lebih dulu menemukan teori evolusi tersebut namun belum sempat dipublikasikan, udah gitu ngawur lagi.
Lebih bijaksana kalau semua Ilmiawan di Dunia mengutuk Darwin dan menghapus namanya selama-lamanya dari daftar ilmiawan tersohor di dunia Ok. dan meminta pemerintah Australia untuk mengadakan Konferensi Pers, khususnya pejabat yang terkait disana, bahwa Teori Evaluasi . yang dipublikasikan itu tidak benar. |
|
said this on 21 Mar 2009 2:21:36 PM WIT
Kamu pasti orang Islam ya. Bahasanya kasar. Dikit-dikit kutuk, dikit dikit kutuk.
|
|
said this on 12 Aug 2009 8:52:31 AM WIT
Islam tidak kasar dalam berkata..
dan saya sangat setuju dengan artikel ini, biarlah para penganut evolusi ini memberikan ide kreatif mereka atas asal usul kehidupan, karena mereka tidak percaya akan adanya Tuhan. Jadi, bagi yang tetap percaya bahwa nenek moyangnya dari kera silahkan saja... Karena kalau emang primata itu nenek moyang kita, saya yang udah beberapa tahun ini sibuk denagn dunia orang utan, gak melihat perubahan orang utan yang umurnya udah 30 tahun berevolusi menjadi manusia.. dan primata2 yang di kebun binatang juga gak pada berubah jadi manusia,, Jadi, teori evolusi nich nipu banget.. saya sebagai orang biologi juga mempelajari ilmu ini, dan kita ambil segi positifnya dari ilmu ini.... |
|
said this on 16 Mar 2009 11:28:45 PM WIT
Evolusi menurutku malah meninggikan Tuhan,, karena dengan ada nya EVOLUSI membktikan bahwa segala ciptaannya sempurna,, karena dapat terus berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya seperti komputer yang selalu bisa di upgrade sesuai kebutuhan...
God Bless U all... ^^ |
|
said this on 18 Mar 2009 10:12:08 AM WIT
kLO Q sihh,,, ma teoRI nah DARwin y G sTJU LAaaaa,,,
kL emG manusia ituW awL naH darI KEraa,, haRUSnya di jAMan seKARAng ney udAH G da kERA... udAH punAH!!! Kan udH bereVOLUsi jdi manuSIa. . . ??? haYOOOO???!!!! gmnA sihh??? n THaxZ krna ada arTIKel ini,, _saaLUT_ |
|
said this on 30 Mar 2009 11:33:49 AM WIT
Klo' quw pribadi cHi,ogaH_idiH de me teori darwiN...
LagiAn law dipiKir2,law manK neNek moYang qT tHu kera, pasTi cape jadi nEnek qTa yang jaLan mbUngkuK... |
|
said this on 03 Apr 2009 8:03:53 PM WIT
pelajari evolusi dulu yang bener sebelum comment!!!pakai akal,logika,yang ada. manfaatin semua sumber dengan baik dan bener. pasti teori teori tersebut sangat logis untuk dipelajari dan bukan dianggap sebagi penipuan.
ALLAH SWT menciptakan segala sesuatunya memang atas kehendak "Kun Fa yakun".... "fa " itu punya makna proses, so ALLAH menciptakan segalanya melalui suatu proses,dan evolusi adaloah salah satu cara dalam prpses penciptaan tersebut |
|
said this on 11 Apr 2009 12:42:17 AM WIT
Saya lebih suka berkonsentrasi pada percobaan miller karena di sejumlah buku biologi, genetika bahkan biokimia percobaan miller selalu dikutip tanpa ada catatan kaki kecacatan percobaan tersebut seperti pada buku yang berjudul the genetics god, namun seperti yang dijelaskan pada artikel di atas semacam terjadi kontradiksi yaitu tidak representatifnya keadaan atmosfer purba yang terwujud dalam percobaan miller tsb. mengutip pernyataan harun yahya dimana sebuah jurnal ilmiah mteorologi dan miller sendiri mengakuinya. Jadi kita tinggalkan perdebatan tentang asal-usul manusia dari kera (kenapa tidak dari amuba saja atau kentang misalnya) karena ini memang cukup menyesatkan, kita bisa beralih pada yang lebih fundamental yaitu asal-usul kehidupan. Dasar dari teori evolusi adalah secara kasarnya bahwa kehidupan berasal dari benda mati, disinilah kelemahan teori evolusi dimana para pendukungnya sampai sekarang tidak dapat menjelaskan asal=usul kehidupan yang tentunya harus disertai bukti-bukti empiris. Jadi teori evolusi seperti perdebatan "do scientist create the nature?" alias mengada-ada. Toh ini masih teori tapi celakanya meminjam kata dari horgan bahwa teori evolusi telah menjadi teror ilmiah bahkan bisa jadi dogmatis. memang semestinya ki8ta harus mengupdate pengetahuan kita tentang evolusi dari jurnal-jurnal ilmiah terbaru yang mendukung pemahaman kita tentang evolusi sehingga perdebatan bisa dilanjutkan dengan lebih mantap gak ngwur2.
|
|
said this on 08 Jun 2009 2:02:51 PM WIT
teori darwin aneh banget....
tapi..... perlu dipelajari juga, biar tau sal usulnya.......... wlopun kagak jelas isinya............... |
|
said this on 16 Jul 2009 1:31:41 PM WIT
i agreee with you, emang tuh teori avolusi darwin udah ngaco masa manusia disamain ma kera!!!! untung aja ga da bukti yah!!! and para evolusion jangan cuma nganut teori ngaco kaya gtu dong,harusnya sbg ilmuan hrus logis mikirnya!!!
|
|
said this on 16 Jul 2009 1:38:25 PM WIT
i agree with this article
|
|
said this on 10 Aug 2009 1:36:16 PM WIT
Dasar monyet, gak bisa mikir kale... yach. Udah tau monyet ya monyet, manusia ya manusia. Kalau memang manusia berasal dari monyet, kenapa sampai sekarang monyetnya tidak punah, dan satu hal lagi, kalau monyet memang nenek moyang manusia, kenapa gak kawin aja sama monyet, kan enak, gratis lage......
Dasar monyet loh.... Orang stres jangan didengerin teorinya. Udah tau Nabi adam itu ya manusia, bukan monyet. Gila kali yach |
|
said this on 10 Aug 2009 1:38:53 PM WIT
Dasar monyet, gak bisa mikir kale... yach. Udah tau monyet ya monyet, manusia ya manusia. Kalau memang manusia berasal dari monyet, kenapa sampai sekarang monyetnya tidak punah, dan satu hal lagi, kalau monyet memang nenek moyang manusia, kenapa gak kawin aja sama monyet, kan enak, gratis lage......
Dasar monyet loh.... Orang stres jangan didengerin teorinya. Udah tau Nabi adam itu ya manusia, bukan monyet. Gila kali yach |
|
said this on 31 Aug 2009 1:34:46 PM WIT
orang yang merasa ilmuwan tapi masih berpikir bahwa nenek moyangnya dari monyet, itulah ilmuwan monyet yang selalu ngotot seperti monyet karena ga mampu berfikir tentang kebesaran Allah. Manusia monyet itu akan berfikir bahwa lebih pinter dari Allah karena kesombongannya dengan berupaya mencari pembenarannya
|
|
said this on 31 Aug 2009 1:34:49 PM WIT
orang yang merasa ilmuwan tapi masih berpikir bahwa nenek moyangnya dari monyet, itulah ilmuwan monyet yang selalu ngotot seperti monyet karena ga mampu berfikir tentang kebesaran Allah. Manusia monyet itu akan berfikir bahwa lebih pinter dari Allah karena kesombongannya dengan berupaya mencari pembenarannya
|
|
said this on 31 Aug 2009 1:34:51 PM WIT
orang yang merasa ilmuwan tapi masih berpikir bahwa nenek moyangnya dari monyet, itulah ilmuwan monyet yang selalu ngotot seperti monyet karena ga mampu berfikir tentang kebesaran Allah. Manusia monyet itu akan berfikir bahwa lebih pinter dari Allah karena kesombongannya dengan berupaya mencari pembenarannya
|
|
said this on 31 Aug 2009 1:41:05 PM WIT
ilmuwan yang percaya teori darwin adalah ilmuwan monyet, itu contoh ilmuwan sombong di depan Allah
|
|
said this on 26 Sep 2009 10:48:05 AM WIT
di dalam Al Qur'an disebutkan Allah menciptakan manusia dari tanah, adakah teori atau fakta ilmiah yang mendukung hal tersebut?
|
|
said this on 11 Oct 2009 12:57:06 PM WIT
fakta ilmiah bahwa manusia berasal dari tanah : manusia makan apa?... tanaman dan hewan...sedangkan tanaman mengambil unsur hara dari tanah ( dalam istilah al-qur'an adalah sari pati tanah, sulalatin min tin) untuk pertumbuhannya... dan tumbuhan dimakan oleh manusia dan hewan...dari makanan itu manusia tumbuh dan berkembang...jadi secara tidak langsung manusia tercipta dari tanah (sari pati tanah)...para saintis tidak mungkin membantah fakta ini
Adapun manusia pertama, Adam as, diciptakan langsung dari tanah, yakni dari lumpur hitam yg busuk baunya (min sholsholin min hamaim masnun)...manusia mana yg tahu?...tak seorangpun...termasuk juga para saintis krn penciptaan manusia secara langsung dari tanah hanya terjadi satu kali dan tidak akan berulang ...dan ada makhluk yg tahu dan bahkan menjadi saksi atas penciptaan manusia pertama itu (yakni Adam.as)...siapa?...Iblis dan para malaikat, tapi dua makhluk ini ghoib bagi manusia...dan tentu saja Alloh sebagai sang pencipta...kalau ingin bukti secara langsung bahwa manusia (pertama) diciptakan langsung dari tanah...ya..manusia mana yg dapat membuktikan... meskipun penciptaan itu nyata adanya...kalau bukti secara tidak langsung...itu bisa, yakni dari firman Alloh ....al-qur'an...dan sayangnya... al-qur'an oleh kebanyakan manusia tidak diterima sebagai bukti meskipun kebenarannya tidak diragukan oleh orang-orang yg beriman http://www.semuabisnis.com/articles/__captcha/img/2940 |
|
said this on 21 Oct 2009 9:24:24 PM WIT
Adam Hawa.....mereka nenek moyang sy....
|
|
said this on 25 Oct 2009 10:14:10 PM WIT
kenapa kita semua mencela darwinn.....pada zaman dahulu darwin adalah sosok ilmuwan luarbiasa dan menghasilkan teori dan buktinya teori itu dipakai ....dengan berkembangnya ilmu pengetahuan akhirnya baru kita tahuuu....semua itu perlu proses.
seandainya kita hidup di zaman darwin....kita juga pasti percaya saja teori tsb....betapa tidak bijaksananya kita!!!!!:( |
|
said this on 25 Oct 2009 10:21:28 PM WIT
mengapa anda mencela darwin??!! dia adl ilmuwan tersohor pada zamannya....dan teorinya d pakai.....seandainya anda hidup pada zaman itu kita semua juga pst percaya teori itu.....betapa tidak bijaksananya kl kita hanya bisa mencela tanpa melakukan apapun.....krn semua ada prosesnya
|
|
said this on 25 Oct 2009 10:36:00 PM WIT
jgn mencela darwin....emang anda ilmuwan.darwin adl ilmuwan tersohor pd zamannya.....dan teorinya jg d pakai....seandainya anda hidup pd zamannya anda juga pasti percaya pd teori tsb....betapa tidak bijaksananya!!!
|
|
said this on 04 Apr 2010 9:08:57 AM WIT
memang pada dasarnya, jika kita melihat bahwa teori darwin dalam ilmu pengetahuan itu memang benar karna ter masuk dalam tahapan pembelajaran pendidikan, karena itu se suai dengan penemuannya,...tapi kalau dilihat dari segi pandangan agama, memang salah, karna manusia itu diciptakan oleh TUHAN sebagai mahluk yang sempurna, dan seutuhnya...memang ilmu pengetahuan dan agama sangat bertentangan, hanya dari kita yang bisa memakluminya.....bagai mana dengan kita sendiri, apakah kita sudah mempunai penemuan kita....???
|
|
said this on 04 Apr 2010 9:22:37 AM WIT
memang pada dasarnya, jika kita melihat bahwa teori darwin dalam ilmu pengetahuan itu memang benar karna ter masuk dalam tahapan pembelajaran pendidikan, karena itu se suai dengan penemuannya,...tapi kalau dilihat dari segi pandangan agama, memang salah, karna manusia itu diciptakan oleh TUHAN sebagai mahluk yang sempurna, dan seutuhnya...memang ilmu pengetahuan dan agama sangat bertentangan, hanya dari kita yang bisa memakluminya.....bagai mana dengan kita sendiri, apakah kita sudah mempunai penemuan kita....???
|
|
said this on 20 Apr 2010 12:28:48 PM WIT
klu menurut pendapat aku sih.. semua penganut agama yg ada di bumi ini harus berterima kasih kpd MR.Darwin.. dgn adanya pemikiran beliau tentang asal kehidupan di bumi ini membuat kt jd mencari kebenaran yg sesungguhnya.. Darwin memaparkan teorinya tentang awal kehidupan bukan tentang akhir dr kehidupan.. Akhir lebih baik dari awal..
|
|
said this on 27 May 2010 1:53:25 PM WIT
sepakat.. teori evolusi hanyalah bagian dari pembodohan yang tiada beradab>_<
|
|
said this on 28 May 2010 11:20:13 AM WIT
Saya mau tanya, benarkah artikel di atas adalah TULISAN ANDA SENDIRI??? Kalau bukan, mohon cantumkan sumbernya. Sebab, saya melihat tulisan serupa ini di banyak situs internet. Ini adalah pertanggungjawaban moral seorang penulis di mana-mana. Kalau anda pernah sekolah, pasti anda tahu etika penayangan tulisan.
Kemudian, nampaknya artikel di atas bukan artikel ilmiah, dilihat dari cara penyampaiannya. Sangat tendensius dan fallacious. Tulisan ilmiah tidaklah menyerang pribadi/person. Tetapi tulisan di atas nampaknya bernafsu sekali menyerang ateisme dan materialisme, di samping tema utamanya mengkritik teori evolusi. Padahal, ihwal fakta dan teori biologi tak ada hubungan/korelasi langsung dengan ateisme dan materialisme. Perlu anda ketahui, teori evolusi masih menjadi mainstream di dunia ilmiah. Karena bukti-buktinya lebih banyak dan kuat. Tidak ada jurnal ilmiah yang diyakini kredibilitasnya, yang menyuarakan creationist. Richard Dawkins, seorang pakar biologi AS, membantah telah buku Atlas of Creationnya Harun Yahya di depan khayalak. Silakan lihat video ini: http://www.youtube.com/watch?v=FPxGDXSJZfc |
|
said this on 26 Jun 2010 4:10:19 PM WIT
Pada dasarnya pasti tiap orang gak ada yang mau di samakan dengan kera,karena kera kan jelek,,hehe..tapi kita sendiri tidak pernah tau apakah Teory2 ini benar atau tidak,,kemampuan manusia terbatas dan gak mungkin bisa mengungkap masa2 lalu yang telah lewat beribu2 tahun yang lalu,walaupun kita tidak percaya akan teory evolusi darwin tetapi paling tidak kita harus menghargai Dia karena teory tersebut semakin banyak scientist2 atau ahli purbakala melakukan pengkajian, penemuan yang menjadi/menambah pengetahuan kita akan masa lalu, tetapi buat kita semua yang percaya Tuhan, ya tetaplah pegang teguh kepercayaan kita apapun agama kita karna semakin hari semakin banyak percobaan,dan kita harus tetap percaya bahwa sgala sesuatunya di dunia ini berasal dari Tuhan..Ok!
|
|
said this on 15 Aug 2010 7:28:23 PM WIT
Artikelnya salah! ada kok fosil-fosil hewan peralihan antara species lama dengan spesies keturunannya. Lihat ini http://chem.tufts.edu/science/evolution/fish-amphibian-transition.htm. Kalau menurut saya sih tidak ada kebetulan. Semua terjadi dengan kehendak Allah swt. tapi mungkin peristiwa yang terjadinya memang seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak percaya Allah, hanya saja bukan kebetulan, tapi kehendak Allah. Kalau manusia satu keturunan sama kera saya juga belum yakin. Makanya kita harus jadi orang pintar supaya bisa mencari tahu lebih dalam! Kan Allah sendiri bilang kalau pengen surga mencari ilmu adalah kuncinya!
|
|
said this on 15 Aug 2010 7:44:32 PM WIT
Kalau menurut saya sih bisa aja Darwin bener! Soalnya kalau jaman dulu makhluk hidupnya masih primitif, jadi supaya mereka bisa bertahan hidup mereka mengubah pola hidup yang akhirnya merubah struktur tubuh! Kalau kita manusia sih otaknya udah bagus, jadi adaptasinya tinggal bikin alat doang, kaga perlu ngerubah bentuk tubuh lagi. Walaupun begitu ada kok perubahan struktur tubuh kita yang jelas terlihat kalau pola hidup kita beda. Contohnya, kalau diperhatiin, perenang biasanya tinggi, dan yang anehnya, perbandingan antara panjang badan dan kakinya ga seperti perbandingan pada manusia non-perenang, perbandingan tulang punggungnya jadi lebih panjang. Tulang tangannya juga memanjang biar bisa menopang otot lebih banyak, soalnya tangan berguna banget buat berenang, terutama gaya kupu-kupu atau lumba-lumba. Walaupun masih manusia, tapi jadi beda aja kan manusianya, tulang punggungnya lebih panjang dari biasa. Jadi menurut saya, evolusi tidak lain adalah bentuk adaptasi, dan kita tau semua kalau adaptasi itu benar! DAN!! Semua adalah kehendak Allah, saya tidak membantah pernyataan yang satu itu!
|
|
said this on 15 Aug 2010 7:45:54 PM WIT
Kalau menurut saya sih bisa aja Darwin bener! Soalnya kalau jaman dulu makhluk hidupnya masih primitif, jadi supaya mereka bisa bertahan hidup mereka mengubah pola hidup yang akhirnya merubah struktur tubuh! Kalau kita manusia sih otaknya udah bagus, jadi adaptasinya tinggal bikin alat doang, kaga perlu ngerubah bentuk tubuh lagi. Walaupun begitu ada kok perubahan struktur tubuh kita yang jelas terlihat kalau pola hidup kita beda. Contohnya, kalau diperhatiin, perenang biasanya tinggi, dan yang anehnya, perbandingan antara panjang badan dan kakinya ga seperti perbandingan pada manusia non-perenang, perbandingan tulang punggungnya jadi lebih panjang. Tulang tangannya juga memanjang biar bisa menopang otot lebih banyak, soalnya tangan berguna banget buat berenang, terutama gaya kupu-kupu atau lumba-lumba. Walaupun masih manusia, tapi jadi beda aja kan manusianya, tulang punggungnya lebih panjang dari biasa. Jadi menurut saya, evolusi tidak lain adalah bentuk adaptasi, dan kita tau semua kalau adaptasi itu benar! DAN!! Semua adalah kehendak Allah, saya tidak membantah pernyataan yang satu itu!
|

Author/Admin)

